Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Carut-marut tiada akhir

Dari dini hari menuju rabu pagi, rasa cemas berlebih yang tak biasanya datang tanpa aba-aba permisi. Akhir-akhir ini malas sekali rasanya membahas tentang perjalan PSS untuk mengarungi musim 2020, salah satu alasan yang menjadi tolak ukur pembahasannya adalah tentang orang-orang tak berkompeten yang masih duduk dibagian management yang tak lagi menghiraukan suporternya yang begitu peduli. Sadar karena tidak sedikit    orang-orang yang bergantung dibawah naungan nama PS Sleman. Ketika kritikan dibungkam, latihan yang di pindah ke Ibukota secara dadakan dan masih banyak hal konyol yang menjadi kesalahan orang-orang dengan pemilik kuasa di klub PSS. Minggu ke-4 di bulan Januari. kabar datang silih berganti namun entah berasal dari mana sumbernya, kabar burung pertama mencuat tentang berhembusnya pemain dengan label bintang menjadi incaran, tidak cuma 1 pemain yang ingin didatangkan untuk menambal kekurangan pemain. Entah ini hanya sebagai pemantik atau skenario guna mengemb...

Pengulangan yang membosankan

Sepertiga jalan sudah dilalui menuju perjalanan pulang. Tubuh mengisyaratkan untuk istirahat, namun nyatanya mata enggan untuk di pejamkan. Hingga terlalu larut menuju adzan maghrib berkumandang, ria berganti menjadi sedih seketika melihat lini masa yang semakin tak tau arahnya. Berbincang dengan lawan bicara lewat gawai yang dipegang dan enggan untuk dilepaskan, jarum jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore dan masih asyik saling balas chat. Suara adzan maghrib berkumandang, sesegera mungkin meletakkan gawai bergegas membersihkan diri. Setelah kewajiban telah dilaksanakan, kembali pula kupegang gawai seraya mengecek ada berita apa setelah ini. Hal yang menjadi lumrah bagi pecinta sepakbola terkhususkan pedukung klub sepakbola bernama PS Sleman, disetiap awal musim yang selalu menuai kontroversi. Bukan hal baru lagi dan tentunya tak membuat dari sebagian dari kami kaget akan hal ini, mulai dari kesiapan tim yang mepet, tim management yang masih bisa berleha-leha dan masih bany...

Sebuah kapal besar yang sedang bersandar di pelabuhan

Waktu termenung dipojokan rumah sambil ditemani secangkir teh hangat juga setoples cemilan. Menyendiri dengan pikiran yang begitu penat, mengambil inisiatif untuk mencoba menguraikannya dengan membuat ketikan-ketikan di layar mungil digital sembari berselancar di internet yang begitu mengasyikan. Tak ada ruang diskusi, hanya bermodalkan gagasan-gagasan yang ada di isi kepala seraya menerjemahkan supaya jadi tulisan yang enak untuk di baca. Singkat cerita, sambil menunggu rintik-rintik hujan yang membasahi bagian lapang luas. Imajinasi yang memberontak untuk segera di aplikasikan. Akhir perjalan kompetisi pun telah tiba, dan PS Sleman bercocol di urutan ke-8 klasemen liga, subuah performa yang tak begitu buruk untuk sekelas tim kesebelasan yang baru naik kelas dan bermodalkan materi paling minim dibandingkan dengan tim kesebelasan lainnya. Lamunan yang belum seutuhnya sadar, pekan pertama di awal bulan januari. Dari sebagian kontestan liga, hanya PS Sleman yang masih adem ayem men...