Sebuah kapal besar yang sedang bersandar di pelabuhan

Waktu termenung dipojokan rumah sambil ditemani secangkir teh hangat juga setoples cemilan. Menyendiri dengan pikiran yang begitu penat, mengambil inisiatif untuk mencoba menguraikannya dengan membuat ketikan-ketikan di layar mungil digital sembari berselancar di internet yang begitu mengasyikan.

Tak ada ruang diskusi, hanya bermodalkan gagasan-gagasan yang ada di isi kepala seraya menerjemahkan supaya jadi tulisan yang enak untuk di baca. Singkat cerita, sambil menunggu rintik-rintik hujan yang membasahi bagian lapang luas. Imajinasi yang memberontak untuk segera di aplikasikan.

Akhir perjalan kompetisi pun telah tiba, dan PS Sleman bercocol di urutan ke-8 klasemen liga, subuah performa yang tak begitu buruk untuk sekelas tim kesebelasan yang baru naik kelas dan bermodalkan materi paling minim dibandingkan dengan tim kesebelasan lainnya.

Lamunan yang belum seutuhnya sadar, pekan pertama di awal bulan januari. Dari sebagian kontestan liga, hanya PS Sleman yang masih adem ayem mengenai kegiatan di bursa transfer pemain. Pemain bahkan sampai official team silih berganti, namun itu hal yang wajar dalam sebuah klub sepak bola. Namun, banyak disesalkan ketika banyak pemain yang keluar tidak diimbangi dengan pemain baru yang masuk hingga saat ini. Belum ada kejelasan tentang siapa yang akan menahkodai tim super elang jawa musim depan, tanpa ada kejelasan yang jelas. Mau dibawa kearah mana tim ini? Sebuah tanya yang selalu jadi topik pembicaraan yang sangat sentimentil.

Banyak pemainnya yang diminati oleh tim-tim lain. Namun belum ada satu pun pemain yang didatangkan untuk menambal posisi pemain yang ditinggalkan. Saat ini tim PSS baru memiliki kurang lebih 11 pemain yang sudah di kontrak.
Jilak i iki meh mbentuk tim balbalan opo tim futsal :(

Alih-alih mau menjadikan klub kesayangan warga Sleman ini khususnya untuk menjadi klub profesional. Segala janji-janji manis telah dilemparkan ke publik, hingar-bingar tentang pengupaya an untuk mendapatkan lisensi asia pun telah dijanjikan. Janji ketika pekan awal sebuah tim sudah terbentuk, namun nyatanya? Hahaha Lol

Masih ingat dengan 8 tuntutan yang di layangkan? Apakah sudah ada salah satu dari 8 tuntutan itu yang sudah direalisasikan? Dalam bayang-bayang semu yang semua seakan hilang tanpa ada aksi nyata.

Jika pada akhirnya tak mampu untuk menjadi lebih baik, alangkah baiknya untuk memperbaiki dulu yang masih kurang baik tanpa harus melempar dengan janji-janji yang tak kujung diwujudkan. Tanpa mengurangi rasa hormat, PS Sleman tetaplah sebuah klub kebanggaan meskipun di urus oleh orang-orang yang hanya mencari untung dengan mengatasnamakan membangun.

Jika boleh diibaratkan, PS Sleman adalah kapal besar yang sedang bersandar di pelabuhan untuk menunggu nahkoda beserta crew-crew kapal, dan juga ditopang oleh teknisi-teknisi yang handal dalam bidangngya supaya dapat menyeimbangkan laju kapal agar semakin solid. Kita tunggu saja apakah siap berlayar di samudra yang luas ataupun karam ditengah laut samudra yang begitu dalam.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan menuju ke-4 dan (semoga) seterusnya

Carut-marut tiada akhir