Pengulangan yang membosankan
Sepertiga jalan sudah dilalui menuju perjalanan pulang. Tubuh mengisyaratkan untuk istirahat, namun nyatanya mata enggan untuk di pejamkan. Hingga terlalu larut menuju adzan maghrib berkumandang, ria berganti menjadi sedih seketika melihat lini masa yang semakin tak tau arahnya.
Berbincang dengan lawan bicara lewat gawai yang dipegang dan enggan untuk dilepaskan, jarum jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore dan masih asyik saling balas chat. Suara adzan maghrib berkumandang, sesegera mungkin meletakkan gawai bergegas membersihkan diri. Setelah kewajiban telah dilaksanakan, kembali pula kupegang gawai seraya mengecek ada berita apa setelah ini.
Hal yang menjadi lumrah bagi pecinta sepakbola terkhususkan pedukung klub sepakbola bernama PS Sleman, disetiap awal musim yang selalu menuai kontroversi. Bukan hal baru lagi dan tentunya tak membuat dari sebagian dari kami kaget akan hal ini, mulai dari kesiapan tim yang mepet, tim management yang masih bisa berleha-leha dan masih banyak sekali urusan dapur yang belum terselesaikan, seakan tak mau belajar dari musim-musim sebelumnya dan masih diulangi dimusim selanjutnya.
Hal serupa kembali terjadi; tepat hari ini tanggal 15 Januari 2020, puji syukur, akhirnya ada berita transfer yang melibatkan nama PS Sleman. Nama Artur Irawan muncul ke permukaan, entah harus merasa senang ataupun sedih. Tak selang berapa lama kemudian diperkenalkan pelatih asing (asing ditelinga maksudnya) yang diproyeksikan untuk menukangi PS Sleman dimusim depan oleh Bapak CEO, hal itu otomatis menyatakan bahwa tidak diperpanjangnya kontrak coach Seto Nurdiantoro. Menariknya dalam pengenalan pelatih baru tersebut tidak ada media officer PS Sleman yang diberi tahu dan terkesan ditutup-tutupi. Unik memang jika kita sedikit menyinggung tentang pelatih baru PS Sleman ini yang notabennya adalah pelatih kiper tersebut, terlepas dari dulunya dia adalah asisten pelatih timnas ditahun 2018 silam mendampingi Coach Luis Mila.
Kami tidak butuh pelatih ataupun pemain yang berlabel timnas, kami cuma butuh pelatih dan pemain yang loyal untuk tim ini. Dan tentunya diimbangi dengan kesehatan tim juga official beserta management yang sehat dengan segala urusan dapur yang menjadi sorotan disetiap akhir musim.
Lantas bagaimana nasib pemain-pemain yang telah dikontrak apakah mereka bisa langsung klop dengan pelatih yang baru? Dilihat dari cuitan para pemain itu, sebagian dari mereka merasa keberatan dengan hal tersebut. Berdoa saja semoga mereka segera menemukan permainan terbaik mereka setelah lepas dari ikatan kerja sama dengan Coach Seto.
Satu persatu dijajaran management yang benar-benar ingin membangun tim ini mulai digusur dan diganti oleh gerbong-gerbong pencari untung, lekas menyepelekan hal-hal kecil namun berdampak besar dikemudian hari. Menunggu bom waktu saja, apakah masih akan seperti ini atau runtuh dengan sendirinya.
Perjalanan sudah sampai pada tujuannya, hingga pada akhirnya saya hanya bisa berdoa dalam hati; semoga pemangku jabatan lekas dibukakan mata juga lekas diberi jalan lurus menuju kebaikan.
Saya tidak akan mencaci maki perseorangan yang berada duduk sebagai pemilik saham terbesar dan gerbongnya dan juga jajaran management, jika masih punya hati nurani dan akal sehat yang masih digunanakan, tidak sedikit dari kami yang masih setia berada dibelakang nama PS Sleman. Jika saja kalian hanya mencari eksistensi maupun untung atau yang lebih fatalnya lagi berani menghancurkan tim ini. Segeralah untuk mundur, sebelum semuanya terlambat.
Komentar
Posting Komentar